Hidrogen ada dimana saja, dan merupakan unsur yang paling banyak ditemukan di alam semesta. Air di bumi kita ini mengandung hidrogen, begitu juga bintang-bintang di angkasa. Kini, perannya kian penting bagi masa depan energi.

Apa itu hidrogen?

Hidrogen merupakan energi rendah emisi yang memiliki potensi luar biasa dalam mendekarbonisasi sektor penyumbang emisi tinggi seperti industri produksi baja, bahan bakar, dan petrokimia, yang sulit untuk beralih ke penggunaan energi listrik. Permintaan akan hidrogen kian bertambah, faktanya pada tahun 2020 saja, kapasitas produksi hidrogen rendah emisi naik dua kali lipat secara global. International Energy Agency memprediksi, angka permintaan ini akan terus meningkat hingga 44% pada tahun 2030.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, ExxonMobil berencana membangun hydrogen plant baru di fasilitas kami yang terletak di Baytown, Texas, AS. Pabrik ini digadang-gadang mampu memproduksi hingga 1 miliar kaki kubik hidrogen biru per harinya – sekitar enam kali lipat dari kapasitas hydrogen plant yang ada saat ini. Dengan beralih ke hidrogen, emisi dari operasi yang berjalan bisa berkurang hingga 30%.

Berikut adalah 8 fakta tentang hidrogen terkait perannya dalam transisi energi dan masa depan rendah emisi.

1. Hidrogen adalah atom yang paling banyak ditemui di alam semesta

Hidrogen adalah elemen pertama dalam tabel periodik, sekaligus yang paling banyak ditemui. Sekitar 90% atom di alam semesta adalah hidrogen. Elemen ini juga dianggap yang paling sederhana karena hanya terdiri dari satu proton dan satu elektron.

2. Hidrogen sangat serbaguna

Umumnya, hidrogen memang digunakan untuk membuat produk seperti bensin, pelumas, dan produk petrokimia dari minyak suling. Namun kini, hidrogen berpotensi menjadi sumber energi fasilitas industri atau menjadi bahan bakar angkutan berat di masa mendatang.

3. Hidrogen bebas emisi saat digunakan 

Hidrogen tidak mengeluarkan gas rumah kaca apa pun saat digunakan – hanya uap air. Maka dari itu, hidrogen menjadi bahan bakar rendah emisi yang menjanjikan.

4. Hidrogen dikategorikan melalui beberapa warna

Walaupun hidrogen sebenarnya tidak berwarna, cara memproduksi hidrogen dikategorikan dalam beberapa warna. Kebanyakan hidrogen yang diproduksi sekarang berwarna “abu-abu”. Proses pembuatan dilakukan melalui pemisahan gas alam menjadi hydrogen dan karbon dikosida, dengan melepas CO2 ke atmosfer.

Proses produksi hidrogen biru pun sama. Bedanya adalah COditangkap dan disimpan menggunakan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS). Sementara untuk membuat hidrogen hijau, energi terbarukan dimanfaatkan untuk memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen.

Para pakar industri menyatakan bahwa intensitas emisi antara hidrogen biru dan hijau relatif sama, tetapi biaya produksi hidrogen biru sering kali jauh lebih murah.

“Warna-warna” lain hidrogen antara lain merah muda, turquoise, dan kuning.

5. Hidrogen berperan penting merealisasikan target bebas emisi dunia

Demi mencapai target iklim berdasarkan Perjanjian Paris, perlu implementasi besar-besaran beberapa teknologi rendah emisi dan alternatif bahan bakar, seperti hidrogen. Jelas ini bukan perkara mudah. Tapi kabar baiknya, hidrogen kompatibel dengan infrastruktur gas alam yang ada. Artinya, penerapan pendekatan ini akan lebih cepat dan hemat biaya ketimbang pendekatan rendah emisi lainnya.

Hidrogen dan bahan bakar berbasis hidrogen dapat memenuhi 10% kebutuhan energi global sekaligus mengurangi 6% total kumulatif emisi berdasarkan skenario Net Zero IEA sebelum tahun 2050, menurut IEA.

Pada akhirnya, hidrogen membantu menghadirkan ketahanan energi serta berperan penting dalam transisi energi menuju bahan bakar rendah karbon.

6. Permintaan hidrogen diperkirakan naik dua kali lipat pada tahun 2030

Permintaan hidrogen global diperkirakan naik dua kali lipat pada tahun 2030 yang didominasi sektor energi, industri, dan transportasi. ExxonMobil memperkirakan skala pasar hidrogen secara global dapat menembus lebih dari 1,5 triliun dollar AS pada tahun 2050.

7. ExxonMobil berencana memproduksi hidrogen biru

ExxonMobil berencana membangun pabrik hidrogen biru berskala global pertamanya di fasilitas penyulingan dan petrokimia terintegrasi di Baytown, Texas. Saat beroperasi nantinya, pabrik baru ini dapat memproduksi hingga 1 miliar kaki kubik hidrogen biru per harinya. Ini akan membantu dalam pengurangan emisi dari bahan bakar yang selama ini bersumber dari kompleks dan fasilitas industri sekitar.

Dengan menerapkan keahlian dalam bidang CCS dan gas alam, ExxonMobil mampu memperluas skala produksi hidrogen rendah emisi.

8. Kebijakan yang jelas dan konsisten adalah kunci memperluas penerapan hidrogen

Beberapa infrastruktur penghasil hidrogen memang telah terbangun, bersamaan dengan naiknya permintaan. Akan tetapi, perlu kebijakan pemerintah yang jelas dan konsisten guna memacu penerapan hidrogen — sesegera mungkin demi merealisasikan target bebas emisi secara umum. Contohnya, harga karbon yang tetap akan membantu membentuk insentif pasar sekaligus memberi iklim stabil yang kondusif untuk investasi industri lebih lanjut.

Pelajari selengkapnya bagaimana ExxonMobil memanfaatkan hidrogen untuk mengurangi emisi.

Tags

  • icon/text-size
You May Also Like

Jelajahi Selengkapnya

Kekuatan ganggang
Kotak ini bisa mengubah cara kita membuat energi, ayo lihat!
Tantangan dan Cara Melawan Pandemi COVID-19