Papua Nugini, separuh dari pulau besar Nugini yang berada tepat di atas Australia, adalah surga ekologi. Wilayah ini berisi hutan hujan terbesar ketiga di dunia dimana terdapat lebih dari 200.000 spesies tumbuhan dan hewan yang beragam, dan cadangan gas alam yang melimpah.

Namun, ada area istimewa yang membentang sepanjang 300 kilometer dari Pegunungan Papua Nugini hingga ke pesisir di mana sebagian besar lahannya belum terjamah dan belum pernah dilintasi. Wilayah ini mencakup Badan Sungai Kikori dan Bukit Hides di mana beragam studi keanekaragaman hayati yang komprehensif menyimpulkan sejumlah penemuan populasi baru.

Pada 2005, lebih dari satu dekade sebelum proyek PNG LNG ExxonMobil mulai dijalankan di sana, dengan sungguh-sungguh perusahaan dan para mitranya menyebarkan ilmuwan untuk menyusun katalog keanekaragaman hayati yang ada di area terpencil ini.

Saat menjalankan survei, para ilmuwan dengan hati-hati mendokumentasikan spesies tumbuhan dan hewan yang ada di suatu area, sebagai upaya untuk mengurangi dampak apa pun yang kemungkinan ditimbulkan oleh kegiatan operasi perusahaan di masa mendatang. Tugas ini memerlukan ketelitian dan waktu yang lama. Tetapi hasilnya telah dapat memberikan landasan ilmiah yang kuat bagi konservasi dan pengelolaan di masa mendatang atas keanekaragaman hayati di wilayah ini melalui kemitraan dengan masyarakat setempat. Survei PNG LNG juga menghasilkan penemuan spesies kehidupan liar baru, terutama tumbuhan dan katak.

“Proses yang dijalankan ExxonMobil untuk mendokumentasikan dan menjaga keanekaragaman hayati di area proyek ternyata menyingkap banyak penemuan baru,” kenang Steve Richards, peneliti independen yang sudah terlibat dalam upaya komprehensif ini sejak 2005. “Hutan di Bukit Hides benar-benar mempesona. Baru kali ini saya melihat begitu banyak burung cendrawasih di satu area,” tambahnya.

Sekarang Anda pun bisa melihat makhluk-makhluk ini. Klik foto di bawah ini untuk melihat sebagian dari spesies memikat yang menghuni Badan Sungai Kikori, Papua Nugini.

This male crested satinbird, Cnemophilus macgregorii, lives in the moss forest high on Hides Ridge. Dark chocolate below and orange above, a groove in its crown conceals 4-6 curved crest feathers that are raised in display to the female.
Living high in the rainforest canopy, this Sauron tree frog, Litoria sauroni, is rarely seen. It has extensive webbing between the fingers and is probably capable of gliding from tree to tree.
Living high in the rainforest canopy, this Sauron tree frog, Litoria sauroni, is rarely seen. It has extensive webbing between the fingers and is probably capable of gliding from tree to tree.
New Guinea’s Gouria pigeons are the largest in the world, and with its wonderful crown of feathers, this Scheepmaker's Crowned Pigeon (Goura scheepmakeri) is surely one of the most spectacular.
Among the numerous biological treasures discovered for the first time is this little gem, a Rhododendron species from Hides Ridge.
The green tree python, Morelia viridis, is a harmless snake found in the lowlands and foothills of the Kikori Basin. Juveniles are normally yellow, but as they grow, they change color to bright green.
Lush tropical rainforest blankets the rugged terrain surrounding Wasi Falls in the lower Kikori Basin.
Diadem horseshoe bats, Hipposideros diadema, are extremely adept predators. With the help of their highly specialized “nose-leaf,” they use echolocation to detect small flying insects, swooping down from a hidden perch to snatch their prey from midair.
A splash of color within the dripping moss forest of Hides Ridge revealed this Dendrobium orchid, one of about 3,000 orchid species so far known to occur on the island of New Guinea. New species of orchids are discovered here every year!
A jewel of the New Guinea rainforest, the diminutive, blue-footed king bird of paradise, Cicinnurus regius, is more often heard than seen in the lowland forests of the Kikori Basin.
The bizarre appearance of this spike-nosed tree frog, Litoria prora, is matched by its unusual breeding behavior. These frogs will glue their eggs to the underside of rainforest foliage, where the embryos will develop before dropping into a forest pool below.

Tags

  • icon/text-size
You May Also Like

Jelajahi Selengkapnya

Dalam hal tenaga angin, pelumas membuat perubahan besar
Kekuatan ganggang
Truk paling spesial