Papua Nugini terkenal akan bentang alamnya yang dramatis sekaligus budayanya yang luar biasa beragam. Walau demikian, wilayah hutannya yang masih asli serta pegunungannya yang menjulang tinggi juga menjadi kendala alam yang membuat masyarakatnya terisolasi dan memunculkan beragam tantangan bagi pengembangan manusia di negara ini. Sebagai contoh, menurut Bank Dunia, 37 persen dari 7 juta jiwa penduduk negara ini masih buta aksara, dan di  masa kini, buta aksara membuat seseorang lebih terisolasi dibandingkan rangkaian pegunungan atau hutan rimba.

Dua anak sekolah di Papua Nugini

Untuk menurunkan angka buta aksara di negara ini, pemerintah Papua Nugini telah mendaftarkan berbagai entitas publik maupun swasta, termasuk ExxonMobil, operator proyek Papua New Guinea Liquefied Natural Gas (PNG LNG), sebagai salah satu pemberi kerja utama di negara ini di mana PNG LNG telah memberikan perhatian dalampengentasan buta aksara di negara ini. Dukungan perusahaan ini terhadap upaya pemerintah untuk meningkatkan angka melek aksara merupakan investasi awal dalam pengembangan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan generasi pekerja lokal berikutnya bagi sektor energi yang terus meluas.

Sejauh ini, perusahaan telah menyediakan lebih dari $6 juta untuk upaya yang komprehensif dengan membangun dan memelihara sekolah, menyediakan beasiswa, dan membantu para guru. Selain menyediakan materi ajar, termasuk lebih dari 6.000 buku untuk 25 sekolah di lima provinsi, perusahaan juga mendukung Buk bilong Pikinini, suatu upaya kemanusiaan setempat yang mengawasi berbagai program untuk anak usia dini dan melek huruf paska sekolah.

Selain siswa, PNG LNG juga mendanai pelatihan kepemimpinan bagi para administrator sekolah. Perusahaan juga telah berinvestasi dalam infrastruktur olahraga, dan baru-baru ini juga mendanai perbaikan ruang kelas ganda di Sekolah Dasar Homa Paua di Provinsi Hela. Upaya yang komprehensif ini didorong oleh satu sasaran tunggal, yaitu menumbuhkan angka melek aksara di Papua Nugini.

Bagi Papua Nugini, keberhasilan dari investasi besar seperti dari PNG LNG adalah terciptanya berbagai lapangan kerja; katalisnya adalah sistem pendidikan yang mendukung sehingga dapat membantu warganya untuk bisa mengakses lapangan kerja tersebut.

Foto kop: Relawan karyawan membantu para guru untuk mengilhami siswa melalui pelajaran sains.

Tags

  • icon/text-size
You May Also Like

Jelajahi Selengkapnya

DI JALUR CEPAT: PENJUALAN MOBIL DAN KEBUTUHAN ENERGI INDONESIA