Dari lapangan untuk perdamaian

Kemasyarakatan

Olahraga bersifat transformatif, melintasi budaya dan menyatukan orang-orang dalam kecintaan mereka terhadap permainan dan masyarakat mereka.

Olahraga dapat menginspirasi orang-orang dan mengubah hidup mereka menjadi lebih baik.

Kekuatan dari olahraga bahkan dapat mendorong orang untuk berpaling dari kekerasan dan, sebagai gantinya, bermain untuk perdamaian.

Communities are coming together to tackle the region’s problems on the pitch.

Di dataran Tinggi Papua Nugini, tempat liga rugbi begitu digemari, pembentukan liga ‘kaki’ baru di wilayah Hela memainkan peran penting dalam membawa stabilitas ke wilayah tersebut dan membangun perdamaian.

Pembentukan Asosiasi Liga Rugbi Komo (KRLA) oleh para pemuda di wilayah tersebut pada awal tahun 2019, yang didukung oleh Royal PNG Constabulary and Defense Force PNG serta ExxonMobil PNG, mengubah cara suku-suku di dataran tinggi yang sangat keras dan hutan yang sulit dilintasi,  terhubung dan melihat satu sama lain.

Dalam waktu singkat, liga ini telah berkembang dan mencakup 30 tim sepak bola pria dan perempuan, serta terus mendorong orang-orang untuk mengesampingkan perselisihan suku dan mengambil bola.

“Banyak anak muda yang menginginkan perubahan dalam masyarakat, dan kami tahu bahwa kami harus melakukan sesuatu,” kata Johnathan Edwin, salah satu pemuda yang tergabung dalam KRLA. “Kami menginginkan kedamaian dalam Komo agar kami dapat berfokus pada masa depan.”

Johnathan mengatakan bahwa meski baru berjalan kurang dari satu tahun, liga ini telah memiliki dampak besar dalam mengurangi kekerasan dan menyatukan suku-suku di kawasan tersebut.

“Sulit untuk percaya betapa banyaknya perubahan yang telah dibuat dalam waktu yang begitu singkat,” ujarnya.

The Rugby League Association is also helping to change the perception of women in the region.

Nila Moses, kapten dari salah satu tim perempuan, mengatakan bahwa ini juga pertama kalinya perempuan boleh berlaga di lapangan, yang membantu mengubah persepsi tentang peran gender.

“Menurut adat kami, perempuan tidak seharusnya bermain rugbi, tetapi keberadaan tim-tim ini telah menyatukan seluruh keluarga, bahkan masyarakat,” kata Nila. “Anda dapat merasakan perbedaan yang telah dibuat oleh liga ini.”

Permainan ini telah menjadi tempat warga lokal berkumpul setiap akhir pekan, dengan sekitar 2.000 orang yang menghadiri pertandingan dan banyaknya kios yang didirikan untuk menjual apa pun, mulai dari makanan hingga pakaian.

Hides Gas Development Company, sebuah perusahaan pemilik tanah yang berbasis di Hela, telah menjadi  sponsor dan menjanjikan pendanaan tambahan. Sementara ExxonMobil PNG telah menyediakan seragam, dukungan pelatihan, dan memperbaiki kondisi lapangan rugbi.

“Inisiatif ini mengembalikan keadaan normal ke masyarakat,” kata guru sekolah dasar setempat, Gini Wayabe.

 “ Melihat perubahan seperti ini di masyarakat … hampir seperti mimpi,” kata Gini.

 

Gini mengatakan bahwa melihat pemain di lapangan telah menginspirasi banyak anak di wilayah tersebut untuk kembali ke sekolah, yang dapat menempatkan mereka ke jalur untuk bergabung dengan pahlawan olahraga baru mereka.

“Seragam telah memberikan dampak yang sangat besar. Seragam menjadi simbol untuk mereka bahwa jika mereka bekerja keras dan berprestasi di sekolah, mereka mungkin juga dapat mengenakan salah satu kaus itu,” ujarnya.

“Sangat penting bagi anak-anak untuk memiliki inspirasi semacam ini.”

John Tiko, presiden dari salah satu tim, Gateway Storms, mengatakan bahwa olahraga telah menempatkan kawasan tersebut di jalur menuju perdamaian.

“Orang-orang menginginkan perdamaian, tapi kami tidak pernah berpikir bahwa itu mungkin. Sekarang kami melihat perubahan itu dapat terjadi,” ujarnya. “Di masa lalu, kami hanya tahu caranya berdiri di tanah kami sebagai klan dan prajurit, tetapi sekarang kami berdiri sebagai olahragawan.

Tags:   Papua New GuineaPNGRugbysafetysport
Anda mungkin juga suka

Jelajahi Lebih Lanjut