Mengisap CO2 langsung dari udara

Sains & teknologi

Molekul karbon dioksida: Kecil, kira-kira satu juta kali lebih kecil dari setitik serbuk sari, dan sulit dilihat. Untuk setiap 10.000 molekul mengambang di udara, hanya empat yang merupakan karbon dioksida.

Bukanlah berlebihan jika dikatakan bahwa  menangkap karbon dioksida langsung dari udara itu benar-benar sulit.

Namun, inilah tantangan besar bagi para ilmuwan di perusahaan teknologi Global Thermostat yang harus mereka atasi.

Diluncurkan pada 2010 oleh Dr. Peter Eisenberger dan Graciela Chichilnisky, Global Thermostat telah mengembangkan solusi cerdas yang berpotensi membantu memenuhi tujuan iklim dunia.

Teknologi mereka bekerja dengan menyerap emisi karbon dioksida dari udara, juga  dari fasilitas industri dan pembangkit listrik. Solusi Global Thermostat pada dasarnya mengosongkan karbon dioksida dari lingkungan menggunakan kipas yang menyalurkan udara dan bahan kimia yang disebut amina yang menghilangkan CO2 dari udara, fasilitas industri, atau gas buang pembangkit listrik.

Perusahaan ini sedang menguji teknologi di pabrik percontohan di SRI International, fasilitas litbang di California. Data yang dikumpulkan di sana akan membantu para ilmuwan dan teknisi ExxonMobil mengevaluasi kemungkinan untuk menskalakannya untuk aplikasi global yang lebih luas.

“Para ilmuwan kami melihat potensi dalam teknologi baru yang menarik ini yang dapat mengarah pada cara yang lebih terjangkau untuk mengurangi emisi di pembangkit listrik dan sektor industri, dan juga berpotensi menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer,” jelas Vijay Swarup, wakil presiden penelitian dan pengembangan di ExxonMobil.

Pekerjaan penangkapan karbon Global Thermostat suatu hari nanti dapat merevolusi proses produksi energi, mengurangi risiko perubahan iklim selagi mendukung peningkatan standar kehidupan di setiap tempat.

 

Tags:   CCSCO2Global Thermostatpenangkapan karbonVijay Swarup
Anda mungkin juga suka

Jelajahi Lebih Lanjut