Delapan hal yang mungkin tidak Anda ketahui tentang geologi

Sains & teknologi

Batuan geologi.

Merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari dan memberi kita pengetahuan tentang  sejarah bumi. Bayangkan berbagai keajaiban dunia. Tembok Besar Tiongkok, Taj Mahal, Grand Canyon, Pengunungan Everest, atau Great Barrier Reef. Keajaiban ini tidak mungkin terwujud tanpa adanya pembentukan semua jenis batuan dan mineral.

Cakupan geologi nyatanya lebih luas dari sekadar keajaiban dunia. Bidang ini memiliki contoh penerapan yang menarik dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari batu permata dalam perhiasan hingga bahan-bahan yang digunakan untuk membangun rumah serta menemukan energi yang menggerakkan dunia kita. Simak  penjelasan di bawah untuk menemukan mutiara terpendam mengenai bidang geologi dan siapa saja yang mempelajarinya:

  1. Para geolog mempelajari banyak aspek.

Kita mungkin menganggap mereka sebagai ahli bebatuan, tetapi para geolog tidak hanya mempelajari bebatuan – mereka mempelajari gerakan-gerakan batuan sepanjang sejarah Bumi yang sudah berusia 4,5 miliar tahun. Dibutuhkanorang yang benar-benar cerdas untuk mengungkap segala misteri di Bumi.

  1. Ahli geografi pandai bermain kata-kata.

Bicara mengenai “geo” dapat sedikit menyinggung tentang hasil seni. Menurut ahli geologi, bahasa Latin dan bahasa Yunani Kuno bukanlah bahasa yang telah punah. Bahkan penduduk Hawai pun memperoleh persetujuan mengenai bahasa mereka, yaitu ‘Pahoehoe’, lapisan yang terbentuk seperti tali karena permukaan lava membeku terlebih dahulu sementara bagian dalam lava masih mengalir di bawah permukaan.

Tidak ada kelangkaan keahlian bagi ahli geologi dengan minat tertentu karena mereka mempelajari banyak hal dari mineralogi (studi tentang mineral).  geodesi (studi tentang ilmu matematika yang berhubungan dengan bentuk bumi) hingga stratigrafi (analisis susunan dan posisi lapisan bebatuan, atau strata) dan petrologi (penelitian tentang asal mula bebatuan).

  1. Batuan tidak sekadar membahas tentang satu hal…

When it comes to rocks, there’s more than meets the eye with geology. They’re made up of varying mixtures of minerals and metals. And with more than 4,000 minerals in the world, there are plenty of combinations for geologists to study, from gemstones to precious metals. However, the most common mineral is one you probably know: shiny, sparkly quartz, which forms many of the world’s sandy beaches.

  1. …tetapi, batuan tersebut memiliki jenis yang berbeda.

Tiga jenis spesifiknya adalah: Batuan beku, sedimen, dan metamorf yang merupakan kategori yang sering digunakan para geolog untuk memisahkan jenis batuan. Batuan beku, seperti batu basalt dan batu granit, terbentuk dari pembekuan magma. Batuan sedimen, seperti batu serpih, batu pasir, dan batu gamping terbentuk saat batuan sedimen berkumpul dan mengendap menjadi batu. Batuan metamorf, seperti namanya, adalah batuan yang telah mengalami perubahan karena panas, tekanan, atau bahan kimia, menjadi batuan yang baru. Contohnya, batu marmer, yang pembentukannya diawali dari batuan gamping yang mengalami perubahan.

  1. Kebanyakan batuan terbentuk karena pengaruh magma.

Berbicara tentang magma, mineral terbuat dari proses letusan gunung berapi, yaitu setelah lava yang mendingin mengendap menjadi berbagai mineral di dalam tanah. Nyatanya, di dunia geologi, gunung berapi dikenal sebagai arsitek planet, karena mereka telah menciptakan lebih dari 80% permukaan bumi. Kawasan Asia Pasifik memiliki gunung berapi yang paling aktif di dunia, dengan lebih dari 8,6 juta penduduk Indonesia tinggal dalam radius 10 kilometer dari gunung berapi, dan 84 persen penduduk Asia Tenggara tinggal dalam jarak 100 kilometer dari gunung berapi yang aktif.[1]

  1. Gunung berapi benar-benar merupakan landasan sejarah.

Catatan waktu tersimpan dalam susunan batuan geologis di sekitar kita. Berbagai fosil memberikan gambaran tentang masa lalu, sementara berbagai susunan dan pergerakan batuan menceritakan kisah tentang apa yang terjadi dalam sejarah. Batuan ini ada di dalam peta para geolog untuk dipelajari dan dikaji  ulang guna mendapatkan wawasan baru.

  1. Para geolog adalah detektif bumi.

Mereka mencari petunjuk, menyelidiki berbagai hal dengan menggunakan data untuk membuat peta, mengombinasikan pekerjaan laboratorium dan lapangan guna membuat prediksi. Para geolog melakukan semuanya.

  1. Mereka juga dapat menjadi seorang pencari energi.

Ahli geologi penjelajah ditugaskan untuk mencari penemuan-penemuan besar berikutnya di bidang energi, dengan menggunakan peta, data seismik, dan bahkan molekul-molekul.  Peran penting  mereka di ExxonMobil dapat mengantarkan mereka hingga Dataran Tinggi Papua Nugini atau lepas pantai Guyana, dalam menggali  penemuan-penemuan terobosan.

Tags:   ahli geologiCinageologiIndonesiapendidikan
Anda mungkin juga suka

Jelajahi Lebih Lanjut