Dunia telah bersatu untuk mengambil upaya kolaboratif global dalam mengatasi perubahan iklim. Banyak di antaranya menggunakan kombinasienergi dan teknologi yang lebih bersih guna menghasilkan daya yang rendah karbon sekaligus mengurangi emisi.

Memetakan jalur menuju masa depan yang rendah karbon sebagaimana dirancang di Perjanjian Paris membutuhkan pemikiran tegas dan solusi berskala besar agar pemerintah, akademisi, dan pebisnis dapat bekerja sama. Sebagai pendukung Perjanjian Paris sejak awal dicetuskannya, ExxonMobil baru-baru ini menawarkan pendekatan yang berfokus mengurangi emisi CO2 dengan skala dan pengaruh yang signifikan dari salah satu koridor industri tersibuk di AS.

Penawaran besar-besaran untuk mengurangi emisi karbon

Selama tiga tahun terakhir, ExxonMobil telah menilai potensi penerapan penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS/carbon capture and storage) di “hub” industri besar yang berlokasi dekat dengan formasi geologis yang aman dan dapat menyimpan CO2.

Dengan CCS, kita dapat menangkap dan menyimpan ratusan juta ton CO2 dengan aman dan mencegahnya lepas ke atmosfer.

CCS adalah salah satu dari beberapa teknologi yang telah diujicobakan serta berpotensi menurunkan emisi secara signifikan dari sektor yang sulit untuk didekarbonasi, seperti sektor manufaktur, daya, dan industri berat.

Satu wilayah yang ditunjuk maju adalah Houston di Texas.

Baru-baru ini, bisnis Low Carbon Solutions dari ExxonMobil memperkenalkan konsep Zona Inovasi CCS yaitu sebuah rancangan yang dapat menyatukan pemerintah, sektor swasta, dan lainnya guna memajukan kebijakan dan investasi yang diperlukan dalam penerapan CCS berskala besar.

Setelah dikembangkan sepenuhnya, konsep ini berpotensi untuk menangkap sekitar 100 juta ton metrik emisi CO2 hingga tahun 2040. Hal ini akan secara efektif mengimbangi salah satu sumber emisi CO2 industri terbesar di negara tersebut. Konsep ini juga dapat melindungi dan menciptakan ribuan lapangan kerja, sekaligus mempercepat beragam upaya pengurangan emisi AS secara drastis dan membawa kemajuan berarti terhadap gerakan menuju rendah karbon yang dicanangkan negara tersebut.

 

Secara spesifik, upaya kolaboratif tersebut akan membawa CO2 yang ditangkap dari lokasi industri untuk disimpan dengan aman dan permanen di formasi geologis sub-permukaan khusus di bawah Teluk Meksiko. Menurut perkiraan Kementerian Energi (Department of Energy) AS, Gulf Coast di AS memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menyimpan 500 miliar ton metrik CO2 secara aman dan permanen di lepas pantai.

 Di Asia Pasifik, banyak emisi CO2 dihasilkan dari sektor pembangkit daya, manufaktur, dan konstruksi. Dengan demikian, upaya CCS yang telah dikembangkan di Houston dapat juga dikembangkan di wilayah Asia Pasifik.

Mengapa CCS?: Meskipun teknologi seperti angin dan sinar matahari akan terus memainkan peran penting dalam mengurangi emisi, CCS juga menawarkan pengaruh yang signifikan, khususnya dalam sektor pembangkit listrik dan manufaktur, sebagai sumber utama penghasil emisi karbon di Asia Pasifik. Pada tahun 2020, Badan Energi Internasional (International Energy Agency) mengatakan bahwa “sangat tidak mungkin untuk mencapai titik netral karbon [emisi]” tanpa teknologi ini.

Portofolio CCS ExxonMobil juga mencakup alur kerja penelitian yang berkesinambungan, termasuk kolaborasi dengan lima pusat energi di banyak universitas riset terkemuka.

Di Asia Pasifik, ExxonMobil bersama Singapore Energy Center (SgEC) telah membantu menemukan dan membangun solusi yang akan mengatasi tantangan terkait energi, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan melalui penelitiannya. Salah satu wilayah penelitian utamanya membahas tentang teknologi yang dapat mengembangkan alternatif penangkapan dan penyimpanan CO2 regional.  SgEC adalah salah satu pusat energi pertama di luar AS yang didukung ExxonMobil dan didirikan bersama oleh Nanyang Technological University dan National University of Singapore

Secara keseluruhan, ExxonMobil sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang penangkapan karbon dan memiliki seperlima saham ekuitas dalam kapasitas penangkapan CO2 berskala global.

Mengapa ini penting: Tujuan dari Perjanjian Paris tidak dapat diwujudkan tanpa mengurangi emisi di seluruh sektor pembangkit daya serta transportasi industri dan komersial. Sektor pembangkit daya dan industri berat menyumbang hampir 70 persen dari semua emisi global yang berkaitan dengan energi, dan CCS adalah satu dari sedikit teknologi teruji yang dapat menurunkan emisi di tiap sektor ini. Ada harapan dan komitmen besar yang terbit dari bersatunya pihak publik dan pihak swasta dalam memanfaatkan teknologi CCS untuk mengurangi emisi industri.

Peran kebijakan: Kebijakan baru juga dibutuhkan guna mempercepat investasi yang diperlukan untuk menerapkan CCS sesuai dengan tahapan dan tingkatan yang ingin dicapai dalam Perjanjian Paris. Pemerintah harus menetapkan peraturan dan hukum jangka panjang, serta menerapkan kebijakan agar CCS dapat menerima investasi atau insentif langsung yang serupa dengan upaya pengurangan emisi lainnya. Penetapan harga pasar karbon memegang peranan penting karena akan memberikan kejelasan dan stabilitas yang dibutuhkan untuk mendorong investasi.

Konsep Zona Inovasi CCS Terusan Kapal Houston merupakan upaya yang ambisius. Keberhasilan konsep ini dapat memberikan cetak biru  potensial dalam membantu dekarbonisasi wilayah lain yang beremisi tinggi di Amerika Serikat dan dapat menjadi bagian penting dari kontribusi negara ini secara keseluruhan demi energi masa depan yang rendah karbon.

Tags

  • icon/text-size
You May Also Like

Jelajahi Selengkapnya

Masa depan yang lebih bersih dimulai dari sekarang: Membuat perubahan melalui teknologi penangkapan karbon