Sebagian besar barang yang kita gunakan—mulai dari gadget hingga baju baru dan sepatu mewah—punya satu kesamaan: Semuanya mungkin pernah berada di atas kapal kontainer.

Meskipun sering kali disepelekan, fakta mengatakan bahwa 90 persen barang yang mendukung kebutuhan sehari-hari kita dikirim dengan kapal kargo besar. Tetapi ada satu hal yang tidak luput dari perhatian: emisi sulfur dari kapal-kapal tersebut saat berkeliling ke seluruh dunia.

Dewasa ini, banyak organisasi pemerintah dan swasta berusaha untuk mengurangi jumlah emisi sulfur. Mulai tahun 2020, Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa menerapkan batasan sulfur global pada bahan bakar minyak yang menggerakkan kapal laut.

Oleh karena itu, ExxonMobil akan memproduksi bahan bakar kapal rendah sulfur di kilangnya di Singapura dan beberapa kilang lain di seluruh dunia.

ExxonMobil akan menyediakan ragam produk bahan bakar rendah sulfur di beberapa pelabuhan besar dunia seperti Singapura, Hong Kong, Laem Chabang, Antwerp, Rotterdam, Genoa, dan Marseilles sebelum tahun 2020. ExxonMobil juga berencana untuk menyediakan bahan bakar tersebut di beberapa pelabuhan di Amerika Utara.

“Operator kapal harus bisa mengakses bahan bakar yang sesuai ketentuan dan berkualitas sebelum tenggat yang ditentukan,” kata Luca Volta, Manajer Bisnis Bahan Bakar Laut ExxonMobil. “Kami terus berupaya memproduksi ragam bahan bakar baru yang akan menjamin ketersediaan di pelabuhan dan pasar yang lain.”

Sama seperti rute pengiriman yang digunakan untuk mengirimkan barang ke seluruh dunia, upaya kolaboratif penurunan emisi sulfur terus berlangsung dan sebagian besar prosesnya tidak terlihat oleh publik. Akan tetapi, kini ponsel baru atau bahkan kasur yang Anda pesan akan tiba dengan jejak emisi sulfur yang lebih rendah.

Tags

  • icon/text-size
You May Also Like

Jelajahi Selengkapnya

Dalam hal tenaga angin, pelumas membuat perubahan besar
Kekuatan ganggang
Truk paling spesial