Mobilitas pribadi mungkin saja dianggap remeh di sebagian besar negara maju. Tetapi perasaan yang didapat saat menjelajahi suatu kawasan atau kota adalah cerminan yang jelas dalam kebebasan ekonomi yang menyebar dengan cepat melintasi berbagai negara berkembang di dunia.

Hal ini paling kentara di Asia dimana peluang ekonominya terus membuka berbagai macam pintu (mobil) bagi jutaan keluarga yang ingin membeli kendaraan pertama mereka. Nyatanya, menurut Energy Outlook, Asia Pasifik akan menyumbang hampir 40 persen dari tuntutan kendaraan kelas ringan pada 2040.

Sementara bahan bakar tradisional dan alternatif akan mendayai makin banyak kendaraan pada masa mendatang, produk-produk kimia baru pun dibutuhkan untuk membuat, misalnya, plastik untuk dasbor dan karet untuk ban.

Untuk membantu memenuhi tuntutan akan berbagai produk dan suku cadang, belum lama ini ExxonMobil memulai fasilitas produksi karet halobutil di kompleks pabriknya di Singapura yang merupakan salah satu kompleks kilang dan petrokimia terpadu milik ExxonMobil yang terbesar di dunia.

Pabrik butilnya yang dapat memproduksi 140.000 ton per tahun akan memproduksi karet premium yang digunakan oleh berbagai pabrik untuk membuat ban dengan kemampuan menyimpan udara lebih baik – yang merupakan kunci untuk efisiensi kendaraan. Penelitian menunjukkan bahwa ban yang diisi udara dengan tepat dapat membantu menghemat sekitar satu miliar galon bahan bakar per tahun.

Penyimpanan udara yang lebih baik juga bisa meningkatkan usia pakai ban sebanyak 8 persen yang akan membantu semua pengemudi, termasuk pengemudi amatir, hingga mereka menempuh jarak sekitar 14 triliun mil pada 2040.

Tags

  • icon/text-size
You May Also Like

Jelajahi Selengkapnya

Dalam hal tenaga angin, pelumas membuat perubahan besar
Kekuatan ganggang
Truk paling spesial