DI JALUR CEPAT: PENJUALAN MOBIL DAN KEBUTUHAN ENERGI INDONESIA

Berita

Makin banyak pengemudi dan pengendara sepeda motor di Indonesia mulai berbagi jalan. Ini merupakan suatu tren yang cenderung akan berlanjut seiring dengan tuntutan konsumen akan mobilitas pribadi di wilayah kepulauan yang padat penduduk ini.

Menurut laporan Energy Outlook terbaru dari ExxonMobil, jumlah total pengendara motor di Indonesia diperkirakan akan meningkat sampai tahun 2040 – menyamai Eropa dalam hitungan per kapita, dan melampaui sebagian besar negara maju di dunia.

Diambil dari: ExxonMobil, Energy Outlook

Kekuatan yang mendorong pembelian kendaraan bermotor pada masa mendatang adalah daya beli golongan menengah yang terus tumbuh, mencari lebih banyak barang mewah dan memungkinkan konsumen dari golongan ini untuk menambah pilihan transportasi pribadi mereka.

Sementara sepeda motor masih akan tetap menjadi bentuk transportasi utama, makin banyak penduduk Indonesia mendatangi dealer-dealer mobil, yang sebagian disebabkan oleh diperkenalkannya “mobil ramah lingkungan hemat biaya” baru.

Para pembuat mobil ini sudah menjual 835.000 kendaraan di Indonesia tahun lalu, yang menunjukkan peningkatan 10 persen dibandingkan tahun 2015, menurut data dari Organisasi Internasional Pembuat Kendaraan Bermotor, suatu grup dagang beranggotakan para pembuat kendaraan bermotor.

Mobil ramah lingkungan hemat biaya ini pertama kali diperkenalkan pada akhir 2013, dan sejak saat itu, pemerintah memberlakukan insentif pajak untuk membantu agar kisaran harganya tetap rendah. Agar dapat disebut sebagai mobil ramah lingkungan hemat biaya, kendaraan harus memiliki mesin berukuran lebih kecil dari 1200cc dan konsumsi bensinnya setidaknya 20 kilometer per liter (47 mil per galon).

Sejauh ini, pelaku industri otomotif sudah menyadari pasar ini, dan makin banyak memproduksi kendaraan versi mereka sendiri untuk membantu menarik pembeli ke dealer mereka.

Produsen mobil seperti BMW, Honda, Toyota, dan Mercedes-Benz sudah mengembangkan beragam model mobil ramah lingkungan hemat biaya mereka sendiri agar bisa masuk ke kelas kendaraan yang sudah membantu menopang penjualan mobil sejauh ini pada tahun ini.

Daihatsu Ayla

Daihatsu Ayla

Dengan momentum itu serta berlanjutnya ketergantungan pada sepeda motor, kedua kelompok pengendara motor akan makin perlu berkendara dengan sangat hati-hati dan membaur dengan aman di sepanjang jalanan yang ramai.

 

Catatan kaki: Untuk membantu mempertahankan pertumbuhan mobilitas dan ekonomi Indonesia yang pesat, ExxonMobil terus memproduksi lebih dari 200.000 barel minyak per hari dari lahan Banyu Urip di Jawa Timur, yang menyumbangkan lebih dari 25 persen produksi tahunan minyak negara, selain juga mengimpor pelumas berperforma tinggi, bahan bakar, dan produk kimia untuk konsumen Indonesia.

 

Sources:
Financial Times, https://www.ft.com/content/a0473631-fa72-3a8b-b13f-35bd266f7dc3, May 12, 2016.
Outlook for Energy, http://corporate.exxonmobil.com/en/energy/energy-outlook
International Organization of Motor Vehicle Manufacturers, http://www.oica.net/category/sales-statistics/
Indonesia-Investments, http://www.indonesia-investments.com/news/todays-headlines/low-cost-green-car-to-boost-indonesia-s-2016-car-sales/item7092?, August, 13, 2016
Reuters, http://www.reuters.com/article/indonesia-autos-lcgc-idUSL3N0EH2CK20130605, June 5, 2013
Nikkei Aisa Review, http://asia.nikkei.com/Politics-Economy/Economy/Southeast-Asian-auto-sales-off-to-smooth-start-in-2017, March 8, 2017

Tags:   energi masa mendatangEnergy OutlookIndonesiaMobil
Anda mungkin juga suka

Jelajahi Lebih Lanjut