Sekilas tentang masa depan energi kita

Berita

Akses ke energi yang handal dan terjangkau telah sepenuhnya mengubah cara orang hidup, berkomunikasi, bepergian, menjalankan bisnis, membangun infrastruktur, dan lainnya.

Dan dalam beberapa dekade mendatang, akan ada lebih banyak orang yang memerlukan akses ke daya energi transformatif.

Outlook for Energy 2019 ExxonMobil berfungsi sebagai analisis terbaru perusahaan tentang cara dunia menggunakan energi, dalam bentuk apa pun, hingga tahun 2040.

Shanghai in the evening

Kelas menengah yang tumbuh di Cina dan India akan menuntut lebih banyak energi untuk meningkatkan kehidupan mereka.

Seiring dengan peningkatan populasi dan kemudahan mendapatkan akses yang lebih besar ke energi, standar kehidupan di seluruh dunia pun akan meningkat. Kelas menengah yang berkembang akan meningkatkan permintaan akan rumah, transportasi, listrik, dan barang konsumsi, serta energi untuk menggerakkan semua. Tantangannya adalah, dan akan selalu, memuaskan permintaan yang terus meningkat selagi mengurangi risiko perubahan iklim.

Teknologi memegang potensi terbesar untuk membantu masyarakat mengatasi tantangan ganda. Kemajuan teknologi telah secara signifikan meningkatkan efisiensi energi dan membantu membuka sumber energi yang beragam dan berlimpah.

Masalah ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu solusi. Ini akan memanfaatkan berbagai sumber energi dan teknologi yang, dipandu oleh kebijakan, dan membantu memberikan energi yang andal di seluruh dunia.

Outlook tahun ini memiliki tujuh poin utama. Mari kita lihat di bawah ini:

Energi merupakan hal mendasar bagi kehidupan modern

Dalam beberapa dekade mendatang, semakin banyak orang di seluruh dunia yang tinggal di rumah-rumah modern, membeli peralatan praktis, membuka bisnis baru, dan membutuhkan opsi transportasi tambahan. Semua ini  bergantung pada akses yang dapat diandalkan ke energi yang modern dan terjangkau. Energi ini menawarkan jutaan orang kesempatan untuk menjadi makmur dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Misalnya, para pemilik usaha, seperti Endang di Indonesia, yang dapat mengembangkan bisnisnya dan menciptakan pekerjaan  di lingkungannya berkat akses ke energi modern.

Permintaan energi global naik 20%

Dunia haus akan energi.

Berkat teknologi hemat energi yang meningkat, diperkirakan akan mengurangi permintaan mereka secara keseluruhan sekitar 5% dan mengurangi emisi CO2 terkait energi sebesar hampir 25%. Namun, di Asia-Pasifik, populasi yang terus tumbuh, peningkatan jumlah kelas menengah, peningkatan akses ke energi modern, dan peningkatan standar hidup kemungkinan akan menghasilkan penggunaan energi yang lebih besar, membantu menaikkan permintaan global secara keseluruhan sebesar 20% pada tahun 2040. Tiongkok dan India, dua negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia, kemungkinan akan berkontribusi sekitar setengah dari pertumbuhan tersebut.

Hampir setengah dari energi dunia didedikasikan untuk kegiatan industri

Populasi yang meningkat dan urbanisasi juga akan menghasilkan pembangunan rumah dan jalan baru, serta produksi peralatan rumah tangga. Baja, semen, dan bahan kimia sangat penting dalam memenuhi kebutuhan ini dan saat ini bergantung pada industri yang kaya energi. Permintaan akan meningkat tajam di negara-negara seperti Vietnam dan Thailand, yang menggunakan lebih banyak energi karena masing-masing industri manufaktur dan komponen otomotif tumbuh dengan cepat. Tetapi dengan teknologi baru yang efisien, pabrik dapat meningkatkan output mereka selagi mengurangi emisi.

Minyak dan gas alam tetap menjadi sumber energi penting dan memerlukan investasi yang signifikan

Saat ini, lebih dari setengah energi dunia berasal dari minyak dan gas alam, dan kemungkinan sumber ini akan terus menggerakkan dunia dengan baik di masa mendatang, dengan sumber daya gas yang ada mampu menyediakan sekitar pasokan untuk 200 tahun dengan permintaan saat ini. Akan tetapi, permintaan terus meningkat. Pada tahun 2017, impor gas alam Asia-Pasifik sudah menyaingi Eropa. Untuk terus memenuhi permintaan masa depan, investasi dalam minyak dan gas alam diperlukan untuk menggantikan penurunan alami dari produksi yang ada.

Permintaan listrik global naik 60%

 

Kebutuhan untuk memberi daya pada lebih banyak rumah, pabrik, kendaraan listrik, dan barang-barang konsumsi diperkirakan akan meningkatkan permintaan listrik sebesar 60% selama dua dekade mendatang. Gas alam, matahari, dan angin akan menjadi sumber energi dengan pertumbuhan tercepat yang membantu memenuhi kebutuhan listrik di masa mendatang, dengan gas yang secara terus-menerus menyeimbangkan energi terbarukan. Gas tidak hanya populer karena keterjangkauan dan jumlahnnya yang melimpah, tetapi ketika pembangkit listrik berbahan bakar gas menggantikan pembangkit batu bara, emisi CO2 dapat dikurangi hingga 60% selagi menghasilkan lebih sedikit polutan. Ini adalah tujuan utama untuk Asia-Pasifik, dengan Tiongkok dan India mengumumkan kebijakan pemerintah yang difokuskan pada pengurangan kabut asap dan peningkatan kualitas udara.

Puncak emisi CO2 terkait energi global tetapi tetap di atas skenario 2°C yang dinilai

Peningkatan efisiensi energi dan sumber karbon yang lebih rendah diharapkan membantu mengurangi emisi CO2, tetapi tidak cukup untuk mencapai jalur 2°C. Solusi dan kebijakan berbasis teknologi tambahan masih diperlukan untuk mencapai aspirasi iklim masyarakat. ExxonMobil dan mitranya melakukan bagian mereka dengan bekerja untuk mengembangkan sumber energi dengan emisi CO2 lebih rendah, seperti biofuel yang canggih, dan menemukan cara baru untuk menangkap CO2.

Perdagangan dan niaga mendorong konsumsi energi transportasi lebih dari 25%

Meskipun lebih banyak kendaraan listrik, hibrida, dan kendaraan hemat energi lainnya diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2040, permintaan keseluruhan untuk energi di sektor transportasi masih diperkirakan akan meningkat. Hal ini terutama berlaku di daerah berkembang, di mana kelas menengah yang sedang tumbuh akan membutuhkan lebih banyak transportasi komersial dengan bus, kereta api, pesawat, truk, dan kapal laut. Wilayah Asia-Pasifik akan mencakup sekitar 40% dari semua permintaan energi transportasi komersial pada tahun 2040. Minyak yang terjangkau dan tersedia luas akan tetap menjadi bahan bakar transportasi utama.

Tags:   2019 Energy OutlookChinaElectricityenergyIndiaIndonesiaLNGMalaysiamanufacturingnatural gasPNGpowering the futureThailandtransportTransportationVietnam
Anda mungkin juga suka

Jelajahi Lebih Lanjut