Dunia yang sedang bertransisi untuk memenuhi kebutuhan energi ini tecermin dari penggunaan sumber bahan bakar terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan air. Di tengah melonjaknya permintaan energi dan bahan bakar, sumber energi rendah karbon akan mampu mengurangi emisi karbon karena makin banyak diterapkan.

Namun, implementasi ini saja tidak cukup.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memperkirakan bahwa tingkat penggunaan energi global, industrialisasi, dan transportasi komersial akan meningkat hingga mencakup 80% dari seluruh permintaan energi.

Meski dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, sumber daya terbarukan tidak dapat memasok daya secara terus-menerus karena memiliki waktu ketersediaan terbatas.

Agar persisten, sumber daya terbarukan perlu didukung  dalam situasi tertentu, misalnya saat matahari tidak bersinar atau angin tidak berembus.

“Saat ini, tidak ada alternatif untuk memenuhi kebutuhan daya dalam tiga sektor penting – listrik, industri, dan transportasi komersial – yang menopang standar hidup modern,” ucap Barry.

“Untuk memenuhi permintaan energi pada masa mendatang, kita harus menciptakan bauran sumber energi yang saling terhubung dan bersama-sama mampu menekan emisi.”

City skyline energy interconnected

Kita harus menggabungkan berbagai sumber energi untuk memasok daya pada masa depan.

Gas alam adalah salah satu sumber daya rendah karbon yang dapat memenuhi permintaan dunia dan sasarannya dalam mengurangi emisi.

“Agar terwujud masa depan energi yang rendah karbon, masyarakat harus mengatasi masalah emisi dalam sektor yang kurang mendukung untuk dekarbonisasi. Dalam hal ini, ExxonMobil memegang peranan penting,” jelas Barry.

“Gas alam akan tetap menjadi bagian penting dalam mewujudkan bauran energi, baik saat ini maupun masa depan, karena masa depan rendah karbon menjadi haluan kita.”

Dia menambahkan bahwa gas alam juga merupakan alternatif rendah karbon yang andal bagi pembangkit listrik tenaga batu bara.

“Saat digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, gas alam menghasilkan emisi rumah kaca hingga 60% lebih sedikit dibandingkan batu bara. Oleh sebab itu, pembangkit listrik tenaga gas alam dianggap sebagai opsi instan, berskala besar, dan terbukti ampuh untuk menurunkan emisi global sekaligus meningkatkan kualitas udara.”

Selain itu, gas alam juga makin masif digunakan.

Mendukung kiprah Asia

Permintaan energi Asia terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan populasi dan kekuatan ekonominya.

Kebutuhan gas alam diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2040 sehingga menjadikannya sumber daya penting dalam transisi energi.

Berdasarkan studi, gas alam adalah salah satu pilihan terbaik untuk mengatasi intermitensi energi terbarukan.

Bahkan, tanpa teknologi pendukung, misalnya gas alam, integrasi teknologi terbarukan bisa saja tidak akan terwujud, meroket biayanya, dan terhambat.

“Untuk menyambut masa depan, ExxonMobil sedang mengembangkan solusi canggih yang cerdas dan terukur serta berbagai cara baru untuk membantu dekarbonisasi pada sektor penghasil emisi terbesar — manufaktur, pembangkit listrik, dan sistem transportasi. Solusi untuk masalah iklim ada banyak — tidak hanya satu,” Barry menjelaskan.

Ke depannya, selain keseimbangan sumber energi, diperlukan kebijakan pemerintah yang tepat untuk mendukung peralihan menuju energi bersih dalam cara yang wajar.

Oleh sebab itu, para perusahaan energi terkemuka di seluruh dunia, termasuk ExxonMobil, bersatu untuk mendirikan sebuah asosiasi energi baru khusus wilayah Asia Pasifik. Asosiasi ini bertujuan membantu negara mencukupi kebutuhan energinya dalam transisi menuju masa depan energi rendah karbon.

Dunia memerlukan solusi menyeluruh untuk menyeimbangkan permintaan atas energi dan penurunan emisi.

“Solusi ini harus didukung oleh kebijakan yang tepat dan pragmatis dari pemerintah dengan memanfaatkan kekuatan pasar serta tepat guna, transparan, serta tidak diskriminatif,” tambah Barry.

“Melalui kemitraan yang efektif, baik di sektor swasta maupun publik, gas alam dapat menjadi solusi energi jangka panjang yang hemat biaya untuk mendukung pemakaian gas rendah karbon dan sumber daya terbarukan.”

Tags

  • icon/text-size
You May Also Like

Jelajahi Selengkapnya

Dorong dan tarik: Bagaimana energi menetapkan kehidupan sehari-hari saat ini dan di masa mendatang
Mabel Leung: Mendobrak norma untuk menjadi yang teristimewa