ExxonMobil dan Universitas Texas bekerja sama melakukan penelitian tentang sumber energi ramah lingkungan jauh di bawah laut

Permintaan dunia akan energi terus meningkat, dan bersamaan dengan itu, upaya tanpa batas mencari sumber bahan bakar bersih tanpa batas pun bertambah.

Para peneliti di University of Texas di Austin dan ExxonMobil bisa membuktikannya. Mereka menempuh jalan yang sebelumnya sudah ditempuh beberapa ilmuwan untuk mempelajari potensi sumber energi besar yang telah ditemukan, antara lain, di area sedimen berpasir di dasar lautan Teluk Meksiko.

Harta karun apa yang terkubur di dalam tampungan lautan itu? Hidrat gas alam, yaitu zat padat menyerupai es yang mengandung gas alam dan air. Zat ini stabil pada tekanan tinggi dan suhu dingin yang melingkupi tempat itu. Sumber energi bersih yang melimpah ini telah memancing keingintahuan para ilmuwan di dunia akan potensinya untuk mengubah tatanan energi global pada skala besar.

Gas alam sangat dingin ini adalah prospek menarik; namun, para ilmuwan belum tahu banyak tentang kondisi alaminya. Untuk membawa sampel bermutu tinggi ke permukaan, butuh usaha dan dana besar, yang jarang dimiliki oleh para peneliti.

Tampungan hidrat gas alam laut ditemukan di bawah tanah di area perairan sangat dalam. Lingkungannya yang bertekanan tinggi membuat penyimpanan sampelnya cukup  menantang. Kecuali menggunakan sarana yang canggih, sampel akan rusak sebelum mencapai permukaan, sehingga properti di dalamnya yang perlu diteliti oleh para ilmuwan pun akan lenyap.

Karenanya, Departemen Energi AS mendanai sebuah prakarsa riset ambisius yang dipimpin oleh University of Texas Institute for Geophysics dengan bantuan dari berbagai badan pemerintahan lain dan universitas mitra* untuk mengekstrak sampel hidrat gas alam dari Teluk Meksiko dan mempelajarinya dalam bentuk alaminya.

Walau menantang, proyek ini berhasil. Tim mampu mempertahankan integritas sampel sejak diangkat dari dasar laut, diangkut melintasi lautan dan daratan, dan dibawa ke laboratorium universitas.

“Ini adalah pertama kalinya sampel hidrat alam bisa diambil secara utuh dari tampungan penuh pasir di Teluk Meksiko,” tutur Afu Lin, profesor rekanan di UT. Sampel yang didanai oleh Departemen Energi ini mencerminkan sebuah peluang riset besar. Melalui kemitraannya, ExxonMobil bekerja sama dengan fakultas geologi dan teknik untuk mempelajari lebih banyak tentang tampungan hidrat gas alam.

Secara khusus, mereka menyelidiki cara pembentukan dan perilaku tampungan melalui beragam model tampungan, teknik mikrobiologi dan geokimia tingkat lanjut, dan melalui berbagai upaya baru untuk mengamati fenomena geokimia dan fisik di tempat-tempat di antara butiran sedimen.

Bob Kaminsky, penasihat teknologi baru di ExxonMobil, berujar, “Banyak hidrat belum tentu bisa dimanfaatkan.” Para ilmuwan masih harus memahami apa yang terjadi pada tampungan hidrat saat hidrat gas alam diproduksi; ini mungkin menjadi penentu kelayakannya untuk dijadikan sumber bahan bakar.

Satu-satunya cara untuk mencari tahu apakah hidrat gas alam bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi adalah dengan mempelajarinya secara lebih mendalam, dan memang itulah yang sedang dilakukan oleh para ilmuwan di UT dan ExxonMobil.

*Bureau of Ocean Energy Management (BOEM); U.S. Geological Survey (USGS); Ohio State University; Columbia University; University of New Hampshire; Oregon State University; University of Washington

Tags

  • icon/text-size
You May Also Like

Jelajahi Selengkapnya

Dari Texas ke Singapura: Pertukaran budaya ide-ide ilmiah