Menabung untuk masa depan: Jalan menuju inklusi ekonomi perempuan

Kemasyarakatan

Bagaimana Anda memberdayakan para perempuan yang kurang beruntung untuk mengambil kendali atas masa depan perekonomian mereka?

“Kami memulai dengan satu pertanyaan: Jika kami memiliki satu dolar untuk berinvestasi dalam pemberdayaan perempuan secara ekonomi, bagaimana kami dapat memastikan dolar tersebut memberi dampak paling besar?” ujar direktur ExxonMobil Foundation, Jim Jones.

Sebuah penelitian baru, yang didanai oleh beberapa kelompok seperti ExxonMobil Foundation dan pemerintah Australia, telah menjawab pertanyaan tersebut, dengan penemuannya bahwa akses ke tabungan adalah sebuah terobosan yang memungkinkan jutaan orang mengukir jalan keluar dari kemiskinan.

Laporan tersebut, ‘Unequal Ventures,’ yang berasal dari lembaga think tank independen Centre for Global Development (CGD), mengkaji riset di seluruh Asia Pasifik dan Afrika untuk mengungkap berbagai metode paling efektif untuk inklusi ekonomi perempuan.

Unequal Ventures mengkaji dampak menawarkan edukasi literasi keuangan kepada perempuan pemilik usaha kecil sekaligus mendorong pemilik bank untuk mempromosikan produk tabungan digital.

Indonesian women learning accounting

Perempuan Indonesia diberikan pendidikan di bidang akuntansi dan keuangan.

Unequal Ventures menemukan bahwa perempuan di 400 desa di provinsi Jawa Timur, Indonesia, menghadapi kesulitan membuka rekening bank atas nama sendiri serta akses ke pendanaan bisnis, karena jarak ke bank serta norma-norma sosial dan bisnis yang berorientasi pada laki-laki.

Namun, mengedukasi perempuan mengenai cara berurusan dengan bank dan membuka rekening tabungan yang mereka pegang sendiri, memiliki dampak luar biasa, tidak hanya bagi keluarga mereka, tetapi bagi seluruh wilayah mereka, karena para perempuan ini cenderung menginvestasikan kembali uang mereka ke masyarakat.

Bank juga didorong untuk membantu perempuan membuka rekening tabungan digital.

Edukasi keuangan dan kendali atas tabungan sendiri juga memberdayakan perempuan di rumah mereka sendiri.

Jones mengatakan bahwa penelitian tersebut memperkuat riset ExxonMobil sebelumnya mengenai inklusi keuangan di Indonesia yang melahirkan program She Counts. Inisiatif ini mendorong bank-bank menawarkan produk yang dirancang untuk perempuan agar mereka dapat mengontrol tabungan mereka – dan pada akhirnya mengontrol masa depan mereka sendiri.

Bagi perempuan Indonesia seperti pembuat batik tradisional, Siti Nurhasanah, pelatihan dan edukasi keuangan mengenai tabungan memungkinkannya meningkatkan kehidupan lebih dari 100 keluarga dengan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

“Kami belajar tentang keuangan dan pengeluaran, urusan bank, dan pengelolaan uang,” ujar Nurhasanah tentang She Counts.

“Saya [sekarang] ingin membuka toko besar di dekat jalan utama dan mempekerjakan lebih banyak karyawan.”

Perubahan dari bawah ke atas

Laporan CGD menemukan bahwa perempuan pemilik usaha yang menerima pelatihan literasi keuangan meunjukkan bahwa total tabungan 13,5 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak mendapatkan pelatihan, memperkuat proyeksi makroekonomi yang dapat menambah kesetaraan ekonomi wanita antara $US12 triliun dan $US25 triliun pada GDP global pada tahun 2025.

Inisiatif Peluang Ekonomi Perempuan ExxonMobil juga disorot dalam laporan ini sebagai pembawa dampak positif. Program ini telah menginvestasikan lebih dari $US120 juta dalam program yang menguntungkan puluhan ribu perempuan di lebih dari 90 negara.

Salah satu peneliti dalam laporan tersebut, manajer program Mercy Corp, Glory Sunarto, mengatakan bahwa berbagai inisiatif tersebut “mencoba untuk memberi perempuan motivasi agar menabung setiap hari.”

Sunarto mengatakan bahwa dengan pelatihan, kelompok seperti ExxonMobil “membantu membangun kepercayaan dalam sistem untuk mengamankan tabungan [peserta] dan memulai hubungan langsung dengan bank.”

Sunarto menambahkan bahwa perempuan yang kurang beruntung adalah salah satu kelompok yang paling mendapat manfaat dari program edukasi keuangan, yang memberdayakan mereka lebih dari sekadar rekening bank.

Tags:   educationfinanceIndonesiaShe Countswomen
Anda mungkin juga suka

Jelajahi Lebih Lanjut