Kampanye akar rumput untuk menaklukkan malaria

Kemasyarakatan

Selagi dunia menghadapi pandemi COVID-19, belahan dunia lainnya menghadapi banyak wabah lain yang sama berbahaya dan mematikannya, seperti malaria.

Menjelang Hari Malaria Sedunia tanggal 25 April, Pemuda di Papua Nugini menetapkan sasaran mereka mewujudkan negara yang bebas dari malaria, dan memanfaatkan keterampilan tersebut untuk memerangi COVID-19 saat ini.

Malaria, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, menjadi masalah yang dihadapi bertahun-tahun oleh warga Papua Nugini. Oleh karenanya, negara ini menargetkan untuk menjadi negara bebas malaria di tahun 2030.

Antara tahun 2014 dan 2017, negara ini mengalami peningkatan kasus malaria sebanyak hampir sembilan kali lipat, dengan sekitar 1 dari 10 anak Papua Nugini berusia di bawah lima tahun terjangkit penyakit tersebut. Di beberapa kawasan, seperti Sandaun di barat laut, rasio ini mencapai 1 dari 5 anak.

Namun, sebuah program yang dipimpin PNG berupaya mendidik dan menginspirasi anak-anak untuk melawan malaria melalui olahraga.

PNG boy holding soccer ball

SKILLZ PNG memberi anak-anak pengetahuan dan kemampuan yang mereka butuhkan untuk memerangi malaria.

Di Hohola Demonstration Primary School yang terletak di ibukota PNG, Port Moresby, para siswa – dipimpin oleh program Grasroot Soccer – mengembangkan keterampilan untuk menghentikan nyamuk dan malaria.

“Malaria merupakan salah satu tantangan kesehatan terbesar di negeri ini,” kata Sam Maila, koordinator proyek SKILLZ PNG, fasilitator program Grasroot Soccer.

“Kami perlu mendidik orang-orang muda tentang risiko kesehatan sekaligus memberdayakan mereka untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam hidup mereka. Itulah inti program ini.”

Menurut Pak Maila, mereka menggunakan pendidikan berbasis sepak bola dan aktivitas untuk membantu menyampaikan pesan-pesan kesehatan yang penting, seperti cara menggunakan kelambu nyamuk secara tepat, kesadaran akan pemahaman tentang penyakit dan sanitasi.

Grasroot Soccer, yang didanai ExxonMobil Foundation, dimulai di PNG pada tahun 2017 dan beroperasi bersama organisasi mitra di lebih dari 50 negara. Grassroot Soocer bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan anak muda melalui pendidikan inovatif berbasis olahraga.

Hingga saat ini, dalam kemitraan bersama ExxonMobil, program “SKILLZ” dari Grasroot Soccer telah mengajarkan tentang pencegahan, pengujian, dan pengobatan malaria kepada lebih dari 285.000 siswa, serta mendistribusikan lebih dari 18.000 kelambu di seluruh dunia. [TANDAI KUTIPAN]

SKILLZ PNG juga bekerja dengan anak-anak jalanan dan sekarang telah diperluas ke komunitas PNG di luar Port Moresby, termasuk Southern Highlands dengan dukungan kelompok-kelompok, seperti Young Women’s Christian Association (YWCA), Southstar Sports Development Association (SSDA), dan Pacific Sports Media and Marketing (PSMM).

“Kami berupaya menjalin keakraban dengan anak-anak melalui cara yang menyenangkan dan melibatkan diri untuk memastikan pesan-pesan ini tidak hanya disampaikan, tetapi juga ditindaklanjuti,” ujar Maila.

“Dengan cara, kami tidak hanya mempromosikan hidup sehat, tetapi juga mengajarkan anak cara berinteraksi satu sama lain.”

Selama pandemi COVID-19, program malaria ini disesuaikan untuk menghadapi tantangan baru ini.

Pesan kesehatan ditransformasi untuk diarahkan kepada   pentingnya mencuci tangan dan kebersihan, jarak sosial, dan bagaimana anak-anak muda dapat beradaptasi selama masa isolasi.

Hannah Lelori, seorang guru di Hohola mengatakan bahwa program-program ini memberi dampak nyata.

“Anak-anak tampak lebih saling menghormati satu sama lain dan berkomunikasi dengan lebih baik setelah mengikuti program,” katanya.

“Program seperti ini sangatlah penting untuk dijalankan. Sebagai guru, kami memerlukan bantuan , dan bagaimana para pembina berbagi pengetahuan sekaligus menghadirkan elemen yang menyenangkan adalah cara yang bagus untuk memastikan pembelajaran bertahan lama dan  dapat berjalan dengan baik.”

ExxonMobil juga berfokus pada pencegahan malaria di kalangan tenaga kerja, dengan program kesadaran malaria di seluruh lokasi perusahaan di PNG.

Pada Hari Malaria Sedunia, kelompok-kelompok seperti Grasroot Soccer and SKILLZ PNG bekerja sama untuk memastikan kegiatan ini akan segera mencapai sasarannya dalam memerangi malaria.

Tags:   anak-anakCOVID-19Hari Malaria SeduniakeamanankesehatanmalariaPapua Nuginipendidikanvirus corona
Anda mungkin juga suka

Jelajahi Lebih Lanjut